Situs Wapres RI
Situs Wapres RI
32.ruangmedia-pidato.png, 9,2kB

Sambutan Wakil Presiden RI Pada Pembukaan Konvensi Kampus Ke-9 Dan Temu Tahunan Ke-15 Forum Rektor Indonesia

Semarang, 18 Januari 2013

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,

Saudara-saudara sekalian,

Pertama-tama saya ingin mengungkapkan rasa bahagia saya karena pagi ini saya dapat bertatap muka dengan Saudara-saudara para Rektor dari seluruh Indonesia yang sedang melaksanakan Konvensi Kampus ke-9 dan Temu Tahunan ke-15 di kota Semarang ini.
Sejak digagas pertama kali lima belas tahun lalu Forum Rektor Indonesia selalu ikut aktif mengawal perjalanan Reformasi kita melalui berbagai kegiatan nyata.  Peran ini tentu kita hargai dan ke depan kita harapkan akan berlanjut, karena memang saat ini negara kita sedang melewati masa transisi dan konsolidasi demokrasi yang penuh kerawanan dan tantangan. Kita semua wajib mengawalnya.

Sampai saat ini dapat saya katakan bahwa masyarakat umum menerima baik kiprah Forum Rektor Indonesia.  Kita dapat bertanya: Apa 'kelebihan' (kalau saya bisa sebut demikian) dari pandangan dan kontribusi Forum Rektor Indonesia di mata rakyat dibanding kelompok-kelompok lain?

Kalau saya boleh memberikan pendapat, menurut hemat saya, kelebihannya terletak pada dua hal, yaitu:

(1) Pandangan, rekomendasi dan langkah-langkah Forum Rektor Indonesia didasarkan pada pertimbangan kepentingan nasional, kepentingan rakyat, bukan kepentingan politik sempit partai, golongan, suku, ras dan agama tertentu.  Acuan Forum Rektor Indonesia adalah kepentingan besar bangsa!

(2) Rakyat melihat bahwa pandangan dan rekomendasi Forum Rektor Indonesia, sebuah forum yang terdiri dari tokoh-tokoh cendekiawan dan pendidik, tentu didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang obyektif dan sahih, bukan sekedar lontaran pendapat setengah matang atau sekedar untuk mendapatkan sensasi pemberitaan belaka.
Saya yakin para anggota Forum sangat menyadari hal ini. Sebab, begitu terbaca oleh masyarakat bahwa ada kooptasi atau dominasi oleh kelompok sempit, bobot rekomendasi dan kontribusi Forum Rektor Indonesia langsung akan merosot di mata mereka. Demikian pula, begitu terbaca bahwa pandangan dan rekomendasi Forum tidak didasarkan pada pertimbangan dan pemikiran yang jujur, matang dan obyektif, masyarakat tidak lagi akan menganggapnya serius.

Saya yakin para anggota Forum akan terus mempertahankan keunggulan Forum ini di waktu-waktu mendatang.

Saudara-saudara sekalian,

Tahun 2013 dan 2014 ini kita akan mulai disibukkan oleh kegiatan-kegiatan politik menuju pemilihan wakil-wakil rakyat di Parlemen dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.  Belum lagi kegiatan pemilu di berbagai daerah.  Seperti di waktu-waktu lalu, Forum Rektor Indonesia kita harapkan juga akan ikut mengawalnya.

Kita berharap bahwa setiap siklus yang kita lalui membawa peningkatan kualitas pada demokrasi kita.  Di luar sana, di dunia internasional, reformasi kita dan transisi demokrasi kita mendapatkan penilaian dan apresiasi tinggi.  Tapi itu tentu tidak boleh membuat kita puas diri.  Karena, kita sendiri yang berada di dalam pusaran proses itu, tahu dan merasakan bahwa banyak hal yang masih harus kita mantapkan, kita tata dan kita luruskan.  Suatu work in progress yang penuh tantangan.

Salah satu dari banyak hal yang kita dambakan dan wajib kita upayakan dalam putaran proses demokrasi kali ini adalah peningkatan kualitas para pejabat (di tingkat nasional dan di daerah) yang dipilih rakyat pada 2014 nanti.  Peningkatan kualitas, baik dari segi kemampuannya maupun dari segi integritasnya.  Ini barangkali salah satu bidang dimana Forum Rektor Indonesia dapat berkontribusi. Forum Rektor, misalnya, dapat membantu para pemilih di daerah masing-masing untuk mendapatkan informasi obyektif mengenai calon-calon yang mereka akan pilih.

Salah satu hal sederhana tapi efektif untuk menguji integritas para calon adalah kesediaan mereka untuk menyampaikan kepada publik informasi mengenai laporan kekayaannya, track record pembayaran pajak mereka serta penyelesaian kewajiban-kewajiban lainnya kepada negara. Forum Rektor patut mendukung kegiatan seperti ini.

Saudara-saudara sekalian,

Disamping mengawal demokrasi, peran dan tanggungjawab Forum yang, menurut pandangan saya, lebih fundamental dan lebih dekat dengan khitahnya adalah di bidang pendidikan, pendidikan generasi muda kita, para penerus bangsa.  

Ada satu dalil sejarah yang tidak boleh kita lupakan, yaitu bahwa suatu bangsa akan maju apabila generasi yang mengganti lebih baik daripada generasi yang diganti.  Dan menjadi tugas kita sepenuhnya, generasi sekarang, untuk menyiapkan generasi mendatang yang lebih mampu, lebih baik, lebih berkualitas.

Para Rektor, para pendidik, jelas mempunyai peran sentral dalam proses ini.  Oleh karena itu saya sangat mengharapkan dan sangat menganjurkan para Rektor untuk memikirkan sungguh-sungguh langkah-langkah terobosan untuk meningkatkan kualitas, sekali lagi kualitas lulusan kita.  

Merekalah yang nantinya menerima estafet untuk memimpin bangsa.  Merekalah yang nantinya harus bersaing dan bertanding dengan rekan-rekannya dari negara-negara lain.  Mereka harus kita siapkan sebaiknya-baiknya untuk menghadapi tantangan-tantangan itu.

Negara-negara lain juga melakukan hal yang sama, dan kita tidak boleh berpangku tangan.  Misi ini adalah misi generasi sekarang, generasi kita.  Misi ini harus menjadi komitmen kita bersama!

Para Rektor sekalian,

Sebagai pendidik Saudara-saudara setiap hari bergulat dengan masalah-masalah riil dunia pendidikan.  Saya yakin Saudara-saudara sekalian sangat mengetahui apa saja di institusi Saudara masing-masing yang perlu dilakukan untuk mendongkrak mutu lulusan.  Saya yakin pula bahwa masalahnya kompleks, tidak sederhana. Namun dalam kesempatan ini perkenankan saya mengulas dua hal yang relevan bagi upaya kita untuk meningkatkan mutu lulusan kita.

Pertama, mengenai peningkatan mutu pengajaran secara umum.  Kita semua tahu bahwa kuncinya disini adalah pada tersedianya dosen dan pembimbing yang berkualitas dan tersedianya bahan pengajaran yang berkualitas.  Kenyataan di lapangan adalah bahwa dosen yang berkualitas dan bahan ajaran yang berkualitas tidak tersedia secara merata dan dalam jumlah yang cukup di semua lembaga pendidikan tinggi di tanah air.  Sehingga kualitas pengajaran sangat bervariasi di antara lembaga-lembaga pendidikan tinggi kita.  Variasi kualitas yang besar ini merupakan satu problem mendasar dalam pendidikan tinggi kita.

Untungnya, di era IT ini, terbuka peluang-peluang baru yang dapat menutup kelemahan-kelemahan tersebut. Dan peluang itu dapat dimanfaatkan dalam waktu yang tidak terlalu lama dan dengan biaya yang terjangkau, sehingga kualitas pengajaran dan kualitas lulusan kita dapat ditingkatkan secara masal dan cepat.  Apa peluang itu?

Sekarang ini tersedia secara luas bahan ajaran dan proses pengajaran on line yang komplit, untuk hampir semua matakuliah yang diwajibkan oleh lembaga pendidikan tinggi pada umumnya. Materi dan proses pengajaran itu umumnya disusun dan diolah oleh pendidik dan pengajar dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi ternama di luar negeri.  Oleh karena itu standarnya dijamin memenuhi standar internasional.

Dengan mengambil matakuliah on line tersebut, mahasiswa mendapatkan kredit yang diakui secara internasional. Dengan pemilihan matakuliah-matakuliah on line yang tepat sebagai suplemen bagi sistem pengajaran yang ada, kelemahan dan kekurangan di masing-masing lembaga pendidikan tinggi kita dapat ditutup dengan cepat dan mutu lulusan dapat ditingkatkan dengan cepat pula.  Dan apabila program suplementasi itu direncanakan dan dipilih dengan baik, semua itu dapat diperoleh dengan biaya yang terjangkau, baik oleh institusi maupun oleh mahasiswa.  

Saya sangat menganjurkan kepada perguruan-perguruan tinggi yang berhasrat untuk meningkatkan mutu pengajarannya dengan cepat, karena kekurangan dosen yang berkualitas dan bahan ajaran yang berkualitas, untuk memikirkan kemungkinan mengintegrasikan atau men-suplementasi matakuliah-matakuliah yang ditawarkan on line tersebut ke dalam sistem pengajarannya.

Saat ini matakuliah-matakuliah on line tersebut tersedia dalam Bahasa Inggris sebagai bahasa instruksinya.  Idealnya di waktu mendatang kita sendiri, para ahli kita sendiri, dapat menciptakan matakuliah-matakuliah on line, dalam Bahasa Indonesia, dengan contoh-contoh kongkrit dari Indonesia, dan tentu harus tetap menjaga agar memenuhi standar internasional.  Kita harus upayakan ke arah itu. Tapi hal itu masih akan memakan waktu. Untuk sementara ini, kalau kita memang ingin memperbaiki dengan cepat mutu lulusan kita, kita dapat memanfaatkan pengajaran on line yang ada.  

Penggunaan Bahasa Inggris sebenarnya justru dapat memberikan manfaat sampingan bagi anak didik kita yang harus bersaing di era globalisasi ini.  Kita perlu catat pula bahwa, demi mengejar ketertinggalan dalam kualitas pengajaran mereka, sejumlah negara di kawasan Asia, termasuk Cina, telah mengundang universitas-universitas ternama di dunia untuk membuka cabang kampusnya di negara-negara tersebut.

Dalam kaitan dengan integrasi dan suplementasi yang ada dengan pengajaran on line ini, saya minta Saudara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengkaji opsi-opsi yang ada dan merumuskan apa yang dapat dilakukan Pemerintah untuk memfasilitasi lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang berniat untuk melaksanakannya.  

Saya juga meminta Saudara Menteri untuk menyusun blueprint pengembangan sistem pengajaran on line perguruan tinggi, buatan Indonesia, dalam Bahasa Indonesia dan dengan konteks Indonesia, namun secara keilmuan tetap memenuhi standar internasional, menyamai standar universitas-universitas terbaik di dunia.  Dan yang sangat penting, sistem on line itu harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh semua lembaga pendidikan tinggi dan para mahasiswanya di tanah air, dengan biaya yang minimal. Mari kita manfaatkan dengan cerdas teknologi untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan kita.

Saudara-saudara sekalian,

Hal kedua di bidang pendidikan yang saya mohonkan perhatian Saudara-saudara, para Rektor, adalah pengajaran ketrampilan yang saya sebut dalam kesempatan lain sebagai soft skills.  Apabila hard skills menyangkut ketrampilan dan pengetahuan lulusan kita sebagai sarjana atau ahli di bidang keilmuan masing-masing, soft skills mencakup kapasitasnya sebagai manusia, sebagai warganegara, sebagai anggota masyarakat, sebagai anggota tim kerja.  Hard skills dan soft skills harus diajarkan secara seimbang, untuk membentuk manusia Indonesia yang utuh.

Soft skills mencakup antara lain penghayatan hak dan tanggungjawab warganegara, patriotisme, toleransi terhadap pandangan yang berbeda, sportivitas, kemampuan berkomunikasi, kemampuan teamwork, apresiasi seni dan sebagainya.  Sistem pendidikan kita harus memberi tempat dan porsi yang cukup bagi pengajaran dan kegiatan-kegiatan praktek untuk membangun soft skills pada anak didik.

Mengenai soft skills ini, saya ingin mengutip hasil survei konsultan internasional McKinsey yang dilaksanakan baru-baru ini (Agustus-September 2012) di 9 negara yang terdiri dari negara maju dan negara berkembang.  

Salah satu hasil survei itu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di negara-negara tersebut, ketika ditanya mengenai ketrampilan apa yang paling mereka hargai dari para karyawannya, memberikan jawaban bahwa peringkat yang paling tinggi mereka berikan pada work ethic, kemudian diikuti oleh kemampuan teamwork, kemudian diikuti oleh kemampuan oral communications.  Dari kacamata pemberi pekerjaan pun soft skills nampaknya mendapatkan nilai tinggi.  Jadi dengan memberi bekal soft skills yang memadai kepada lulusan kita, kita sekaligus juga memberi peluang lebih besar bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang baik.

Saya mengerti bahwa masalah pengajaran soft skills ini sedang digodog sebagai bagian dari kurikulum baru SD sampai SMA.  Saya harap hal serupa juga dilakukan bagi pendidikan tinggi dan, menurut saya, para Rektor adalah mitra terbaik untuk membahas masalah itu.

Saudara-saudara Para Rektor sekalian,

Demikianlah sambutan saya.  Dan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Konvensi Kampus ke-9 dan Temu Tahunan ke-15 Forum Rektor Indonesia saya nyatakan resmi dibuka.  Selamat bermusyawarah.

Terimakasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wakil Presiden RI
Boediono



Bookmark and Share