Situs Wapres RI
Situs Wapres RI
32.ruangmedia-pidato.png, 9,2kB

Sambutan Wakil Presiden RI Pada Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke – 32

Palangkaraya, 18 Oktober 2012

Bismillahirrahmanirrahim 
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 
Salam sejahtera bagi kita semua,

Setiap bulan Oktober, Indonesia bersama-sama dengan banyak Negara lain di dunia, memperingati Hari Pangan Sedunia. Hari ini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kita memperingati Hari Pangan Sedunia ke – 32 untuk sekali lagi mengingatkan kita semua bahwa masalah pangan, bahkan yang paling mendasar dalam kelangsungan hidup manusia, belum terpecahkan. 

Hampir 1 milyar umat manusia setiap harinya hidup dalam kondisi kekurangan pangan dan bahkan kelaparan.   Kebanyakan dari mereka tinggal di negara-negara berkembang, dan terutama di negara-negara yang mengalami konflik dan peperangan yang berkepanjangan. 

Pada peringatan ini kita wajib merenung mengapa demikian, dan pelajaran apa yang harus kita tarik agar bangsa kita, bangsa Indonesia terbebas dari masalah tersebut.   Penyebab nomor satu dari masalah kelaparan di dunia adalah masalah politik dan keamanan yang tidak memungkinkan penduduk bekerja dan memenuhi kebutuhan pangannya.

Penyebab utama kedua timbulnya kekurangan pangan atau kelaparan adalah karena kebijakan sektor pertanian, khususnya pertanian pangan, yang salah arah.  Walau tidak ada konflik atau peperangan, tetapi bangsa itu tidak dapat menghasilkan pangan yang cukup bagi rakyatnya, meskipun sebenarnya memiliki lahan pertanian yang cukup. Mengapa? Karena pemerintahnya tidak membangun infrastruktur yang dibutuhkan, tidak mengembangkan lembaga-lembaga pendukung pertanian yang seharusnya ada, tidak memberikan insentif yang cukup kepada petani-petaninya untuk mengusahakan pertanian pangan yang produktif, tidak mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan (R & D) untuk meningkatkan produktifitas pertanian pangan.  Bangsa itu kekurangan pangan karena salah urus.

Penyebab utama ketiga dari kelaparan adalah bencana alam, kekeringan, banjir, kerusakan lingkungan,  serangan hama dan sebagainya. Bencana alam menjadi penyebab kekurangan pangan yang makin menonjol karena perubahan iklim yang menimbulkan cuaca dan iklim ekstrim di berbagai bagian dunia. Dan juga karena terjadinya lingkungan yang rusak karena dirusak oleh manusia.

Penyebab kerawanan pangan yang keempat adalah ketergantungan yang terlalu besar pada impor pangan pokok.  Kerawanan pangan ini terjadi sewaktu produksi pangan dunia mengalami gangguan misalnya iklim, atau sewaktu tiba-tiba ada gangguan terhadap arus perdagangan pangan dunia.

Mari kita belajar dari kenyataan ini.  Pertama-tama, jangan sekali-kali kita menempatkan bangsa kita pada posisi yang terbuka terhadap resiko ketidakstabilan politik dan keamanan, karena itu berarti kita membiarkan negara kita tersandera oleh penyebab nomor wahid kekurangan pangan dan kelaparan.  Mari kita berkomitmen untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan kedamaian sosial agar negara kita tidak mengalami musibah kekurangan pangan.

Kita harus juga menghindari penyebab utama kedua dari kekurangan pangan, yaitu salah mengurus sektor pertanian pangan kita. Mari kita semua (pemerintah, dunia usaha, petani) bersama-sama mengawal kebijakan pertanian pangan kita dengan sebaik-baiknya. 

Mari kita gunakan anggaran negara dengan tertib dan efisien untuk meningkatkan produktifitas pangan kita dengan membangun infrastruktur, memberdayakan institusi-institusi pendukung pertanian dan meningkatkan penelitian dan pengembangan (R & D) dibidang pangan, dan bukan untuk subsidi yang tidak tepat sasaran atau kegiatan-kegiatan lain yang rawan penyelewengan. 

Mari kita kaji apakah sudah kita terapkan sistem insentif yang rasional bagi para pelaku pertanian pangan sehingga mereka bergairah untuk mengembangkan usahanya, untuk berinvestasi dan berinovasi untuk meningkatkan produktifitas mereka dan untuk memperoleh nilai tambah dari produk-produk pangan kita melalui pengembangan agroindustri pangan modern.

Kita juga harus belajar dari kenyataan bahwa sekarang ancaman bencana alam semakin besar. Mari kita bangun sistem antisipasi dan penanggulangan bencana yang efektif, termasuk nantinya sistem asuransi pertanian yang efektif.   Sementara itu jangan lagi kita merusak alam dan lingkungan yang menjadi hak dari anak cucu kita.

Terakhir, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak tergantung kepada pasar dunia bagi kebutuhan pangan kita.  Dan bagi pangan pokok, kita bahkan harus menargetkan posisi surplus yang aman. Upaya kita untuk mencapai swasembada beras, gula, jagung, kedelai dan daging harus  kita laksanakan dengan sungguh-sungguh dan dengan komitmen tinggi oleh semua pihak. 

Tapi sasaran-sasarannya tentu harus tetap realistis, tidak hanya sekedar melarang impor tanpa memperhatikan kecukupan suplai dan kestabilan harganya di dalam negeri.  Karena, apabila terjadi kelangkaan pangan dan gejolak harga, meskipun dalam waktu singkat, maka kerawanan pangan di dalam negeri akan timbul dengan konsekwensi selanjutnya berupa gejolak sosial yang akan sulit dikendalikan.  Di negara manapun, gejolak pangan identik dengan gejolak sosial. 

Dalam situasi dunia dan iklim yang serba tidak pasti stok pangan nasional harus cukup setiap saat. Untuk pengaman stok kran impor tidak boleh ditutup, karena impor adalah satu-satunya katup pengaman kita apabila karena berbagai sebab produksi dalam negeri tiba-tiba turun.  Tapi memang impor harus ditargetkan secara bertahap menurun, seiring dengan keberhasilan kita meningkatkan produksi dalam negeri. Dalam upaya swasembada harus selalu diamankan agar pangan di dalam negeri selalu tersedia cukup dan harganya tetap terjangkau oleh mayoritas konsumen.   Itulah beberapa hal yang patut kita renungkan pada peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini.

Sebelum saya mengakhiri sambutan saya, saya ingin menyampaikan penghargaan saya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mensukseskan acara ini. Secara khusus saya sampaikan penghargaan saya kepada Gubernur Kalimantan Tengah, para Bupati dan Walikota di Propinsi Kalimantan Tengah beserta segenap jajaran pimpinan daerah, dan kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang telah menjadi tuan rumah yang baik perhelatan penting ini. 

Kepada seluruh peserta Peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini yang datang dari berbagai penjuru tanah air, saya sampaikan selamat menikmati dan memanfaatkan rangkaian acara peringatan ini untuk belajar hal-hal yang baru dan nantinya membawa pulang ide-ide baru ke daerah masing-masing.

Demikianlah sambutan saya.  Dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini Peringatan Hari Pangan Sedunia ke – 32 saya nyatakan secara resmi dimulai. 

Selamat bekerja.
Terimakasih
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wakil Presiden Republik Indonesia
Boediono



Bookmark and Share