Situs Wapres RI
Situs Wapres RI
31.ruangmedia-konferensi.png, 9,2kB

Pengembangan Kurikulum 2013: Menuju Tercapainya Kompetensi yang Berimbang

Jakarta. 13 November 2012. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah melakukan pengembangan kurikulum SD, SMP, SMA dan SMK. Saat ini prosesnya sedang dibahas bersama  instansi terkait di bawah koordinasi Wakil Presiden. Sekitar akhir Nopember 2012, kurikulum 2013 ini akan diuji publik guna mendapatkan masukan dari berbagai kalangan masyarakat.

Orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Disamping itu, cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Melalui pengembangan kurikulum seperti ini, para peserta didik di sekolah dasar sampai sekolah menengah diharapkan memiliki tidak saja jumlah pengetahuan dan kemampuan teknis yang memadai tetapi juga sikap dan karakter sebagai individu, anggota masyarakat, dan warga negara Indonesia yang multikultur.

Banyak aspek dalam pengembangan kurikulum mulai dari kompetensi lulusan, struktur kurikulum, materi pembelajaran, proses pembelajaran, standar penilaian, hingga pengelolaan kurikulum itu sendiri. Dalam kurikulum 2013,  kompetensi lulusan harus lengkap memuat aspek-aspek karakter mulia, keterampilan yang relevan, dan pengetahuan-pengetahuan  yang memadai.

Untuk struktur kurikulum, terkait dengan banyaknya mata pelajaran yang merupakan wadah untuk mengasah kompetensi dan jumlah jam belajar perminggu yang diperlukan untuk mencapai standar komptensi lulusan yang diiinginkan.

Untuk materi pembelajaran diarahkan pada penyediaan materi esensial yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dan sesuai dengan tingkat perkembangan anak sehingga peserta didik tidak terbebani terlalu berat. Sedangkan untuk proses pembelajarannya berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dan pembelajaran yang bersifat kontekstual yang mengacu pada pendekatan sains melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Untuk aspek penilaian, Kurikulum 2013, akan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional melalui penilaian berbasis test dan portofolio yang saling melengkapi.

Terkait dengan pengelolaan, Kurikulum 2013 akan memberi ruang bagi Pemerintah Pusat dan Daerah atas kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan, disamping satuan pendidikan yang mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah. Agar pelaksanaan kurikulum berjalan optimal, pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman.

Tematik Integratif

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran. Prosesnya, tema-tema yang ada pada dua pelajaran itu diintegrasikan kedalam sejumlah mata pelajaran. Untuk IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia , Matematika, dll. Untuk IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKN, Bahasa Indonesia, dll.

Dua hal penting lain dalam Kurikulum 2013 adalah muatan lokal dan pengembangan diri. Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Penjasorkes. Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran

Dengan demikian tidak ada substansi pelajaran yang hilang dari kurikulum SD ini. Substansi pelajaran sains justeru menjadi muatan kurikulum. Dengan demikian kurikulum 2013 untuk tingkat SD merupakan kurikulum berbasis sains

Untuk bahasa Inggris di SD, keberadaannya dipertahankan. Seperti halnya pada kurikulum 2006, bahasa Inggris tetap sebagai mata pelajaran dalam kelompok muatan lokal dalam Kurikulum 2013. Jadi setiap sekolah dapat menyesuaikan untuk membukanya sebagaimana telah berlangsung selama ini.

Sementara itu, untuk kurikulum SMP, SMA dan SMK pendekatannya adalah mata pelajaran. Hal ini juga sejalan dengan kenyataan bahwa guru di SMP, SMA dan SMK adalah guru mata pelajaran. Sementara untuk SD adalah guru kelas.

Uji Publik

Kurikulum 2013 ini diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013. Namun sebelumnya akan dilakukan uji publik sekitar akhir Nopember 2012. Masyarakat dapat memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Dengan adanya uji publik ini, diharapkan kurikulum yang terbentuk nanti telah menampung aspirasi masyarakat seluas-luasnya.

Pada saatnya nanti, uji publik akan dilakukan secara aktif maupun pasif.  Termasuk kedalam kategori aktif, Kemdikbud akan mengundang berbagai pihak untuk dimintai masukan dalam bentuk diskusi atau seminar. Sedangkan yang dimaksud pasif, Kemdikbud akan menampung beragam aspirasi yang disampaikan publik kepada Kemdikbud.

***
Untuk informasi lebih lanjut:
Ibnu Hamad
Kepala Pusat Informasi dan Humas
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung C lantai 4
Jl. Jend. Sudirman, Jakarta
Hp : 08118705166
Telp. Kantor : 021 5736189
Email : ibnu.hamad@gmail.com
 


Bookmark and Share