Situs Wapres RI
Situs Wapres RI
10.beritawapres.png, 9,2kB

Globalisasi Harus Kita Hadapi

Wakil Presiden Boediono membekali delegasi Indonesia untuk Intel International Science and Engineering Fair (ISEF)

Foto

Pandawa Lima unggulan Indonesia. Delegasi Indonesia ke Intel Science and Engineering Fair di San Jose, AS. (foto: Yopie Hidayat)

Istana Wapres. Penampilan lima remaja yang mengenakan kemeja batik itu tampak begitu tenang dan bersahaja. Cool, kalau memakai istilah anak muda sekarang. Tapi di balik ketenangan itu rupanya tersembunyi otak yang cerdas. Mereka adalah pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2009 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Yang lebih hebat lagi, kelima remaja itu akan terbang ke San Jose Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti Intel International Science and Engineering Fair (ISEF). "Saya jika melihat  wajah-wajah muda selalu senang. Saya melihat masa depan, optimisme, yang penuh energi," Kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono saat menerima mereka, Kamis 8 April 2010.

Lima remaja itu memiliki latar belakang yang beragam. Tiga di antaranya berasal dari SMA plus Negeri Palembang --Miftah, Afrizal, dan Lutfi Fachri-- yang akan berlomba di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Yang menarik, kendati sekarang piawai di bidang ilmu sosial, cita-cita mereka berbeda-beda. Miftah ingin menjadi Gubernur Bank Indonesia, Afrizal bercita-cita menjadi dokter, sementara Fachri ingin menjadi pengusaha. Seorang lagi berasal dari SMAN 2 Jombang, Mohammad Pandi Alam, yang juga putra Bupati Jombang. Pandi akan berlomba di bidang engineering. Sedangkan yang terakhir adalah Jayu Pramudia, siswa SMAN 1 Surakarta, Siswa Teladan Provinsi Jawa Tengah ini akan berlaga di kontes biologi.

ISEF adalah lomba karya ilmiah yang sangat bergengsi. Para pesertanya adalah remaja dari seluruh dunia yang harus menunjukkan kebolehan di depan juri-juri yang umumnya pemenang Hadiah Nobel. "Kendati ini yang pertama jangan minder, Just do it," kata Wapres memompa semangat mereka.

Kompetisi ilmiah remaja internasional ini menyiratkan sebuah pesan penting. Proses globalisasi membuat kompetisi yang terjadi bukan lagi antar-negara atau antar-perusahaan, melainkan sudah terjadi pada tataran antar-individu. "Kita harus menghadapinya. Globalisasi adalah fakta sejarah yang tak bisa kita hindari kecuali jika kita sama sekali mengisolasi diri. ini kan tidak mungkin," kata Wapres. Untuk menghadapi kompetisi antar-individu di tingkat global itu, mau tak mau kita semua harus menyiapkan diri masing-masing. "Tugas generasi sekarang adalah menyiapkan generasi berikutnya agar kualitasnya lebih baik," Wapres menjelaskan. Sebaliknya, generasi muda juga harus siap dan bersedia bekerja keras untuk memperbaiki diri secara terus-menerus.

Keberangkatan lima remaja itu mendapat dukungan dari Intel Corporation, produsen chip komputer terbesar di dunia yang juga menjadi sponsor utama ajang lomba di San Jose. Selain lima remaja tadi, tiga guru pembimbing dan empat pendidik akan menyertai delegasi Indonesia. "Kami selalu membantu Kementerian Pendidikan. Misalnya, Intel juga membantu pelatihan 30.000 guru untuk perbaikan proses belajar mengajar," kata Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Corp. yang turut menyertai anggota delegasi saat menghadap Wapres.

Yang tak kalah penting adalah pesan dari Menteri Pendidikan Muhammad Nuh. "Jangan lupa, meski latar belakangnya bermacam-macam dari berbagai kota, kalian semua adalah wakil Indonesia," tutur Nuh. Menjawab pesan itu Miftah dari Palembang berjanji akan berusaha sekuat tenaga menjaga nama baik bangsa dan negara. "Saya juga bertekad membawa kemenangan, katanya dengan bersemangat.


Bookmark and Share